Oct 3rd, 2016

Waspada Terhadap Intaian Kanker Serviks!

Kaum hawa seringkali diintai oleh musuh, termasuk dalam hal kesehatan. Gaung kanker serviks semakin sering terdengar dibicarakan oleh khalayak ramai. Kenyataannya, kanker leher rahim/kanker serviks merupakan salah satu kanker yang sering menyerang wanita, selain kanker payudara. Kanker ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) dan seringkali timbul tanpa gejala. Keganasan kanker serviks cenderung terjadi pada pertengahan usia antara 35-55 tahun dan jarang terjadi pada usia di bawah 20 tahun. Sebagian besar penularan virus ini terjadi melalui hubungan seksual sehingga wanita yang memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun atau sering berganti-ganti pasangan akan lebih rentan terhadap kanker ini. Istri yang memiliki suami yang sering berganti-ganti pasangan juga dapat mengidap kanker serviks.

Dari 15 jenis HPV tipe high risk yang dapat menyebabkan kanker serviks, hingga saat ini vaksin yang beredar dibuat untuk mencegah 4 strain HPV yang ganas. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks, bukan untuk mengobatinya. Oleh sebab itu, pemeriksaan skrining perlu dilakukan bahkan sebelum pemberian vaksin. Metode pemeriksaan skrining yang paling banyak digunakan ialah dengan pap smear. Namun demikian, penelitian membuktikan bahwa metode pap smear konvensional beresiko menghasilkan hasil negative palsu hingga 60%. Kesalahan ini disebabkan terutama oleh teknik pengambilan sampel dan teknik pembuatan preparat. Saat ini telah dikenal metode baru untuk pemeriksaan pap smear, yaitu dengan metode liquid base (ThinPrep Pap Test). Metode liquid base ini memastikan sampel sel dapat diperiksa secara menyeluruh. Dikarenakan infeksi HPV seringkali tanpa gejala, tidak jarang pasien yang datang sudah berada dalam kondisi yang cukup parah. Kanker ini diketahui sulit disembuhkan apabila ditemukan sudah pada stadium lanjut, akan tetapi apabila ditemukan pada stadium dini, penderita dapat disembuhkan dengan tuntas bahkan dapat sembuh dengan sempurna. Karena itu, sebaiknya kita mulai sadar akan pentingnya pemeriksaan skrining kanker serviks.

Back




Events|Blog|Locations|News|e-Catalogue
© Copyright 2016 PT.Setia Medika.
All rights reserved.

Oct 3rd, 2016

Waspada Terhadap Intaian Kanker Serviks!

Kaum hawa seringkali diintai oleh musuh, termasuk dalam hal kesehatan. Gaung kanker serviks semakin sering terdengar dibicarakan oleh khalayak ramai. Kenyataannya, kanker leher rahim/kanker serviks merupakan salah satu kanker yang sering menyerang wanita, selain kanker payudara. Kanker ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) dan seringkali timbul tanpa gejala. Keganasan kanker serviks cenderung terjadi pada pertengahan usia antara 35-55 tahun dan jarang terjadi pada usia di bawah 20 tahun. Sebagian besar penularan virus ini terjadi melalui hubungan seksual sehingga wanita yang memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun atau sering berganti-ganti pasangan akan lebih rentan terhadap kanker ini. Istri yang memiliki suami yang sering berganti-ganti pasangan juga dapat mengidap kanker serviks.

Dari 15 jenis HPV tipe high risk yang dapat menyebabkan kanker serviks, hingga saat ini vaksin yang beredar dibuat untuk mencegah 4 strain HPV yang ganas. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks, bukan untuk mengobatinya. Oleh sebab itu, pemeriksaan skrining perlu dilakukan bahkan sebelum pemberian vaksin. Metode pemeriksaan skrining yang paling banyak digunakan ialah dengan pap smear. Namun demikian, penelitian membuktikan bahwa metode pap smear konvensional beresiko menghasilkan hasil negative palsu hingga 60%. Kesalahan ini disebabkan terutama oleh teknik pengambilan sampel dan teknik pembuatan preparat. Saat ini telah dikenal metode baru untuk pemeriksaan pap smear, yaitu dengan metode liquid base (ThinPrep Pap Test). Metode liquid base ini memastikan sampel sel dapat diperiksa secara menyeluruh. Dikarenakan infeksi HPV seringkali tanpa gejala, tidak jarang pasien yang datang sudah berada dalam kondisi yang cukup parah. Kanker ini diketahui sulit disembuhkan apabila ditemukan sudah pada stadium lanjut, akan tetapi apabila ditemukan pada stadium dini, penderita dapat disembuhkan dengan tuntas bahkan dapat sembuh dengan sempurna. Karena itu, sebaiknya kita mulai sadar akan pentingnya pemeriksaan skrining kanker serviks.

Back




© Copyright 2016 PT.Setia Medika.
All rights reserved.